assalamualaikum Pictures, Images and Photos




masa itu kehidupan

06 June 2010

7 Langkah yang sering kita alpa pada godaan syaitan..

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaithan. Sesungguhnya syaithan itu musuh yang nyata bagimu. (QS. 2:208)

Syaithan tidak pernah bergembira ketika melihat ada orang-orang yang bertaubat kepada Allah. Ia akan berusaha dengan segala daya upaya untuk menggelincirkan manusia, kembali kepada kesesatan. Syaithan menggoda manusia melalui media hawa nafsu dan syahwat yang ada dalam diri manusia. Ketika seorang manusia dengan rahmat Allah, secara sempurna mampu mengendalikan hawa dan syahwatnya, maka syaithan kehilangan cara untuk menyesatkan manusia. Karena Allah berkata, bahwa Iblis tiada sanggup menyesatkan orang-orang yang mukhlas.

Cara syaithan menggelincirkan manusia beragam. Ada seseorang yang tidak pernah shalat. Ketika ia sadar bahwa ia harus mulai bertaubat dengan melaksanakan shalat, maka syaithan akan berusaha agar orang ini tidak melaksanakan shalat. Berbagai cara dilakukannya. Mulai dengan membisikan kemalasan, keasyikan, pengabaian dan lain sebagainya. Namun karena usaha yang keras, akhirnya Allah menolong. Orang ini menjadi mudah untuk melakukan shalat. Ia menjadi orang yang rajin shalat, bahkan selalu di Masjid. Saat ini syaithan tidak lagi menggelincirkan dengan meniupkan kemalasan, ia melihat lubang yang lebih terbuka di dalam individu tersebut, yaitu lubang riya. Syaithan membiarkannya dalam kerajiannya dalm shalat. Namun ia sekarang membisikkan dengan riya. "Lihat shalatmu paling bagus". "Lihat orang-orang kagum padamu". "Kamu adalah orang yang alim". Ketika ia mengikutinya, tanpa sadar si manusia pun telah tergelincir kedalam lubang syaithan.

Imam al Ghazali dalam Kitab Minhajul Abidin mengatakan, bahwa syaithan menyesatkan manusia dengan 7 langkah, yaitu:

PERTAMA
Syaithan melarang manusia agar jangan taat kepada Allah. Orang-orang yang dipelihara Allah, akan menolak ajakan itu dan berkata: "Aku sangat butuh sekali kepada pahala dari Allah, karena itu aku harus membekali diriku di dunia ini untuk akhirat yang kekal abadi".

KEDUA
Syaithan mengajak manusia untuk menunda taat. Syaithan mengatakan"Nanti saja masih ada waktu", "Nanti saja kalau sudah tua", dan sebagainya. Orang-orang yang terpelihara akan menolaknya dengan mengatakan: "Ajalku bukan pada tanganku. Jika aku mengundur amal hari ini untuk esok, siapa yang dapat memastikan bahwa aku masih hidup?"

KETIGA
Suatu waktu syaithan mendorong manusia untuk segera mengerjakan amal baik, sambil berkata: "Ayo cepatlah beramal, supaya banyak dan dapat memburu amal yang lainnya". Orang-orang yang selamat tentu menolak dan berkata: "Amal yang sedikit tetapi sempurna adalah lebih baik daripada amal yang banyak tetapi tidak sempurna".

KEEMPAT
Syaithan kemudian menyuruh manusia untuk mengerjakan amal baik dengan sempurna sebab apabila nanti tidak sempurna akan dicela oleh orang lain. Orang-orang yang terpelihara tentu menolaknya dan akan berkata:"Untuk saya, cukup dinilai oleh Allah saja dan tidak ada faedahnya beramal karena manusia".

KELIMA
Setelah itu syaithan menancapkan perasaan dalam hati orang yang beramal dengan mengatakan: "Betapa tingginya derajatmu dapat beramal shalih dan betapa pula cerdikmu dan kesempurnaanmu". Orang-orang yang shalih akan berkata: "Semua keagungan dan kesempurnaan itu kepunyaan Allah, bukan kekuatan atau kekuasaanku. Allahlah yang memberi taufik kepadaku untuk dapat mengerjakan amal yang Ia ridlai dan memberikan ganjaran yang besar dengan karunia-Nya. Jika sekiranya tanpa karunia Allah, maka apalah harganya amalku ini dibandingkan dengan banyak nikmat Allah kepadaku, disamping dosa yang banyak yang aku kerjakan".

KEENAM
Setelah jalan kelima gagal, maka syaithan mengajukan jalan keenam. Jalan ini lebih hebat dari yang disebut sebelumnya. Dan tidak akan dapat menyadarinya kecuali orang yang hidup pikirannya. Syaithan berkata dengan mendesuskan di hati manusia: "Bersungguh-sungguhlah engkau beramal dengan sirr (rahasia), jangan diketahui oleh manusia sebab Allah jualah yang akan mendzahirkan amalmu terhadap manusia, dan akan mengatakan bahwa engkau adalah hamba Allah yang Ikhlas". Syaithan mencampurbaurkan terhadap setiap orang yang beramal dengan tipu dayanya yang halus sekali. Dengan ucapannya itu syaithan bermaksud untuk memasukkan sebagian dari penyakit riya. Orang-orang yang dipelihara oleh Allah menolak ajakan syaithan ini dengan mengatakan : "Hai mal'un (yang dilaknat) tiada henti-hentinya engkau menggodaku untuk merusak amalku dengan rupa-rupa jalan. Dan sekarang engkau berpura-pura seolah-olah akan memperbaiki amalku, padahal maksudmu adalah untuk merusaknya. Aku ini adalah hamba Allah dan Allah yang menjadikan aku. Kalau Allah berkehendak mendzahirkan amalku atau menyembunyikannya, kemudian menjadikan aku mulia atau hina, itu adalah urusan Allah. Aku tidak gelisah apakah amalku itu diperlihatkan oleh Allah kepada manusia atau tidak, karena itu bukanlah urusanku".

KETUJUH
Setelah gagal dengan jalan keenam, maka ia menggoda lagi dengan jalan ketujuh dengan mengatakan: "Hai manusia tidak perlu engkau menyusahkan dirimu untuk beramal ibadah, karena sejak zaman Azali Allah telah menentukan manusia. Apabila engkau ditentukan sebagai orang yang bahagia, maka tidak akan menjadi mudharat apa-apa kalau engkau meninggalkannya, dan engkau tetap akan menjadi orang yang bahagia. Sebaliknya apabila engkau telah ditentukan sebagai orang yang celaka, maka tiada gunanya engkau beramal, karena engkau tetap akan celaka".

Orang-orang yang dipelihara oleh Allah akan menolak godaan ini dengan mengatakan: "Aku ini seorang hamba yang mempunyai kewajiban menuruti perintah Tuhan. Tuhan Maha Mengetahui. Ia menetapkan sekehendakNya. Dan berbuat apa saja yang dikehendakiNya. Amalku tetap akan bermanfaat, walau bagaimanapun keadaanku. Jika aku dijadikan seorang yang berbahagia, maka aku tetap perlu beribadah untuk menambah pahala. Dan jika aku dijadikan orang yang celaka, aku tetap harus beramal ibadah, supaya tidak menjadi penyesalan. Jika sekiranya aku dimasukkan ke neraka padahal aku taat, maka aku lebih senang daripada aku dimasukkan neraka karena aku maksiat. Tetapi tidak akan demikian keadaannya karena janji Allah pasti ditepati dan firman-Nya pasti benar. Allah telah menjanjikan kepada siapa yang beramal taat kepada-Nya akan diberi ganjaran. Siapa-siapa yang meninggalkan dunia dalam keadaan beriman dan taat kepada Allah tidak akan dimasukkan ke neraka dan pasti dimasukkan ke Surga. Jadi masuknya seseorang ke Surga bukanlah bukanlah karena kekuatan amalnya, tetapi karena janji Allah semata yang pasti ditepati dan suci"

05 June 2010

ISLAMIC SONG: Sing Children of the World

wahai pemuda...



tgk lah cerita ni..
seorg lelaki..
yg hampir putus asa...
akhir nya dia mendpt ptnjk allah..

semogo kita sentiasa dlm redha an allah

03 June 2010

Kisah "Malaikat Kecil"

Pada setiap petang Jumaat, selepas solat Jumaat, selepas melayani para jamaah di Masjid, Imam dan putera lelakinya yang berumur 11 tahun akan keluar ke bandar untuk mengedarkan risalah bertajuk “Jalan Ke Syurga” dan juga menyampaikan ceramah agama.

Pada petang Jumaat itu, seperti biasa Imam dan putera lelakinya akan keluar untuk mengedarkan risalah. Bagaimanapun pada petang tersebut keadaan di luar rumah sangat sejuk dan hujan pula turun dengan sangat lebat.

Budak itu memakai baju sejuk dan baju hujan dan berkata “OK ayah, saya sudah bersedia”. Ayahnya berkata “Bersedia untuk apa?”. Budak itu menjawab “Ayah, masa telah tiba untuk kita keluar mengedarkan buku-buku tentang Islam ini”. Ayahnya membalas “Anakku, di luar sana sangat sejuk dan hujan lebat pulak”.

Dengan muka yang kehairanan, budak itu bertanya ayahnya, “Tetapi ayah, adakah manusia tidak masuk neraka jika hari hujan?”

Ayahnya menjawab, “Anakku, Ayah tak akan keluar dengan cuaca begini..”. Dengan nada sedih, budak itu bertanya, “Ayah, boleh tak benarkan saya pergi?”. Ayahnya teragak-agak seketika, kemudian berkata, “Anakku, awak boleh pergi. Bawalah buku ini semua dan berhati-hati” .

Kemudian, budak itu telah keluar dan meredah hujan. Budak sebelas tahun ini berjalan dari pintu ke pintu dan lorong-lorong sekitar bandar. Dia memberikan risalah dan buku kepada setiap orang yang ditemuinya.

Setelah dua jam berjalan dalam hujan, akhirnya tinggal hanya satu naskhah padanya. Ketika itu dia telah basah kuyup dan berasa sejuk hingga ke tulang. Budak itu berhenti di satu penjuru jalan sambil mencari seseorang untuk diberikan buku tersebut. Namun keadaan di situ lengang.

Kemudian dia berpatah balik ke rumah pertama yang dia lalu di lorong itu. Dia berjalan di kaki lima menuju ke rumah tersebut. Bila sampai di pintu hadapan, dia menekan suis loceng namun tiada sesiapa yang membuka pintu. Dia tekan lagi dan lagi, tetapi masih tiada jawapan. Dia tunggu lagi tetapi masih tiada jawapan.

Akhirnya dia berpaling untuk meninggalkan rumah tersebut, tetapi seperti ada sesuatu yang menghalangnya. Dia kembali ke pintu itu dan menekan lagi suis loceng dan buat pertama kalinya mengetuk pintu dengan kuat. Dia tunggu, kemudian seperti sesuatu di anjung rumah itu menghalangnya supaya jangan pergi. Dia menekan suis loceng sekali lagi dan kali ini dengan perlahan pintu dibuka.

Berdiri di hadapan pintu itu seorang perempuan tua yang berwajah kesedihan. Dengan perlahan perempuan tua itu bertanya, “Apa yang boleh saya bantu awak, wahai budak?”.

Dengan senyuman serta mata yang bersinar yang boleh menyinarkan bumi, budak itu berkata, “Makcik, saya mohon maaf kalau saya telah mengganggu makcik. Saya hanya ingin memberitahu bahawa Allah sangat sayang dan sentiasa melindungi makcik. Saya datang ini hendak memberikan sebuah buku yang terakhir ada pada saya ini. Buku ini menerangkan semua tentang Tuhan, tujuan sebenar Tuhan menjadikan kita dan bagaimana untuk mencapai kebahagiaan daripada-Nya” .

Kemudian, budak itu menyerahkan buku terakhir itu dan berpaling untuk balik. Sebelum berjalan balik, perempuan itu berkata, “Terima kasih ya anak dan semoga Tuhan memberkatimu” .

Selepas solat Jumaat pada minggu berikutnya, Imam menyampaikan ceramah agama seperti biasa. Dia menamatkan ceramahnya dengan bertanya, “ Ada sesiapa yang ingin bertanya soalan atau ingin berkata sesuatu?”.

Dengan perlahan, di barisan belakang di kalangan tempat duduk muslimat, suara seorang perempuan tua kedengaran di speaker, “Tiada di kalangan jemaah yang berkumpul ini mengenali saya. Saya tidak pernah hadir sebelum ini. Sebelum hari Jumaat yang lepas, saya belum lagi memeluk agama Islam bahkan tidak terfikir langsung untuk memeluknya. Suami saya telah meninggal dunia beberapa tahun yang lalu, meninggalkan saya sebatang kara, saya benar-benar keseorangan di dunia ini.

Pada petang Jumaat yang lepas, ketika cuaca sejuk dan hujan lebat, saya telah bertekad untuk membunuh diri kerana sudah putus harapan untuk hidup. Jadi saya mengambil seutas tali dan sebuah kerusi lalu menaiki loteng di rumah saya. Saya ikat tali tersebut dengan kuat pada kayu palang di bumbung rumah kemudian berdiri di atas kerusi, hujung tali satu lagi saya ikat di sekeliling leher saya. Sambil berdiri di atas kerusi, saya berasa benar-benar keseorangan, patah hati. Saya hampir-hampir hendak melompat tiba-tiba loceng pintu berbunyi di tingkat bawah dan saya tersentak. Saya berfikir untuk menunggu sebentar, dan pasti orang itu akan pergi.

Saya tunggu dan tunggu, tetapi bunyi loceng semakin kuat dan bertubi-tubi. Kemudian orang yang menekan suis loceng itu, mengetuk pintu pula dengan kuat. Saya berfikir sendirian lagi “Siapalah di muka bumi ini yang boleh buat begini? Tiada siapa pernah tekan suis loceng itu atau nak berjumpa dengan saya”. Saya longgarkan tali ikatan di leher dan kemudian pergi ke pintu hadapan. Ketika itu bunyi loceng kuat dan semakin kuat.

Bila saya buka pintu dan lihat, sukar untuk dipercayai oleh mata saya, di anjung rumah saya itu berdiri seorang budak yang sangat comel yang bersinar wajahnya seperti malaikat, tidak pernah saya jumpa sebelum ini di dalam hidup saya. Budak itu tersenyum. Oh! Saya tidak dapat hendak gambarkan kepada anda semua. Perkataan yang keluar daripada mulutnya menyebabkan hati saya yang telah lama mati tiba-tiba hidup semula, seruan budak itu seperti suara bayi yang sangat comel. “Makcik, saya datang hendak memberitahu bahawa Allah sangat menyayangi dan sentiasa melindungi makcik”. Kemudian dia memberikan kepada saya sebuah buku bertajuk “ Jalan Ke Syurga” yang saya sedang pegang ini.

Bila “malaikat kecil” itu telah pulang meredah sejuk dan hujan, saya menutup pintu dan membaca dengan perlahan setiap perkataan yang tertulis di dalam buku tersebut. Kemudian saya naik semula ke loteng untuk mendapatkan semula tali dan kerusi. Saya tak perlukannya lagi.

Oleh sebab di belakang buku ini ada tertera alamat tempat ini, saya sendiri datang ke masjid ini ingin mengucapkan syukur kepada Tuhan. Tuhan kepada budak kecil yang telah datang tepat pada waktunya, yang dengan demikian telah terhindar jiwa saya daripada keabadian di dalam neraka.

Ramai yang berada di dalam masjid ketika itu menitiskan air mata. Mereka melaungkan TAKBIR…ALLAH HU AKBAR…gemaan takbir bergema di udara. Imam iaitu ayah kepada budak itu turun dari mimbar pergi ke barisan hadapan di mana “malaikat kecil” itu sedang duduk.

Dia mendakap puteranya dengan air mata keluar tanpa disedarinya. Mungkin tidak ada jemaah yang memiliki saat yang lebih mulia ini dan mungkin di alam semesta ini belum pernah melihat seorang ayah yang penuh kasih sayang dan penghormatan terhadap anaknya. Inilah satu peristiwa..

Berbahagialah anda kerana membaca kisah ini. Jangan biarkan kisah ini di sini sahaja. Bacalah lagi dan sampaikan kepada yang lain. Syurga adalah untuk umat-Nya. Ingatlah, dengan menyebarkan firman Allah boleh mengubah hidup seseorang yang hampir dengan anda. Sila kongsi kisah menarik ini.

Sebarkanlah kalimah Allah, kalau kita bantu Allah, Allah akan membantu kita dalam semua perkara yang kita buat.

Maksud firman Allah dalam Surah al-Maidah ayat 3;
“… …pada hari ini, orang-orang kafir telah putus asa (daripada memesongkan kamu) dari agama kamu (setelah mereka melihat perkembangan Islam dan umatnya), sebab itu janganlah kamu takut dan gentar kepada mereka, sebaliknya hendaklah kamu takut dan gentar kepadaKu. Pada hari ini, Aku telah sempurnakan bagi kamu agama kamu, dan Aku telah cukupkan nikmatKu kepada kamu, dan Aku telah redakan Islam itu menjadi agama untuk kamu, maka sesiapa yang terpaksa kerana kelaparan (memakan benda-benda yang diharamkan) sedang ia tidak cenderung hendak melakukan dosa (maka bolehlah ia memakannya), kerana Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.

dr:http://kalamiar.blogspot.com/

harta itu aku punya..

saya tlh baca novel tersbt..
novel 2 agk bosan..
tp mcg yg nak di sampi mmg best..

"ader seorg wanita ni..
dia seorg yg kaya ketika dalu..
tiba2 ayah jatuh miskin..
dia pun tggl di rumah sepupu nya..
semua org x suka dia sebb dia tlalu poyos..
dia pun balas2 surat dgn ayah nyerr...
pas2 ayah nya kata:prg lah kena umah pakcik nya iaitu pakcik mansor..

dkt situ..
dia berusaha utk mendpt kan harta pakcik nya..
selama 6 bln..
dia hampir putus asa..
tp harap dia nak putus asa x blh lwn dgn cita2 nya nak jadi kaya..
byk prkr yg perlu di lalui nya..

akir nya dia dpt jgk..

moral dia..
kita kena usaha lbh utk mendpt aper yg kita nak..
x blh putus asa..

itu shj yg saya dpt buat walaupun x lgkp..
tp saya bg isi yg penting..
nak tau lg kena lah beli buku nya..

kebenaran...

persahabat 2 indah..
indah lg sape yg dpt & hargai nyerr..
tp..
dia x akn indah..
bila kita mempunyai hasat dengki..

sifat 2 akn berlaku bila kita semua x sependpt..

& ader org lg suka b'sht dgn lain jantina..
indah kerr????
lg susah aderr adlh...
kwn yg sama jantina..
satu sekolah..
satu kelas..

kita blh fhm aper yg berlaku..
susah bg sekolah agama..
tp..
dkt sekolah agama..
aderr yg soleh...
aderr yg bertopeng...
aderr yg jujur..
kami lah 2..
kami x suka kami ckp..
kami diumah mmg baca komik jerr..
so...
di sekolah pun kami bwk..
kalo mcm yg lain...
dkt sekolah x suka..
tp dkt umah x makan pun x pa..
2 zaman skrg ni..

sorry lah..
kalo satu mcg ni..
bercampur2...

ibu yg bersusah payah...




ada manusia yg x perna hargai nye..
ketika ibu masih hidup..
dia perlaku kan ibunyerr sprt hambanyerr.
sedg kan kita org anak adalh tugas nyerr menjaga ibu bapa kita..
yg susah payah cari duit utk..
wak2 kita dalam perut lagi..
duit yg dikeluar kan utk kita,mereka x perna kesah..
tp hajat mereka suma 1..
supaya kita jadi manusia yg berguna..
yg lain aderr lah harapan...